Tujuh Langkah Mengakhiri Kekerasan Seksual di Tempat Kerjamu

Kamu mungkin sudah muak dengan maraknya kekerasan seksual di tempat kerjamu. Atau, bisa jadi sejauh ini tak ada masalah di kantormu, tapi kamu percaya ini saatnya ada aturan tegas soal kekerasan seksual. Bagus!

Tapi, bagaimana kamu bisa memicu perubahan agar tak ada lagi tempat untuk kekerasan seksual di dunia kerjamu? Tujuh langkah ini bisa membantumu mewujudkan niat baik itu.

Pelajari medan

Carilah sebanyak mungkin informasi di tempat kerjamu. Mulailah dengan membuat daftar pertanyaan. Apakah ada kebijakan soal kekerasan seksual? Apakah kekerasan seksual pernah terjadi di lingkungan kerja, dan jika ya, seperti apa proses serta dampaknya? Bagaimana caranya mengubah atau membuat peraturan di kantor? Coba tanyakan ke teman kerja terdekatmu, juga atasan dan rekan di bagian sumber daya manusia atau personalia, yang tak berpotensi menghadang langkahmu membuat perubahan.

Tentukan target

Dari data yang terkumpul, kamu jadi tahu seberapa parah–atau seberapa baik–kondisi di kantormu. Kamu juga bisa mengenali ruang intervensi yang bisa diambil dan celah yang perlu ditambal. Jadikan informasi itu landasan penentuan target advokasimu. Misal, adanya aturan tegas soal kekerasan seksual, pelatihan dan lokakarya tentang kekerasan seksual bagi seluruh pimpinan dan pekerja, atau pembuatan dan penerapan mekanisme pencegahan dan penanganan kekerasan seksual. Bisa saja targetmu dimulai dari hal mendasar terlebih dulu, seperti agar pimpinan perusahaan membuat pernyataan internal bahwa kekerasan seksual tak akan ditolerir sama sekali.

Siapkan bekal

Pelajari soal kebijakan pemerintah yang relevan dengan targetmu dan kumpulkan sebanyak mungkin data pendukung. Salah satunya adalah surat edaran No. SE.03/MEN/IV/2011 Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi tentang Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja. Pedoman yang dilansir pada 2011 itu menegaskan semua pemberi kerja harus melakukan langkah-langkah pencegahan pelecehan seksual di tempat kerja. Pada tahun yang sama, Kemennakertrans dan Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) juga menerbitkan Pedoman Pencegahan Seksual di Tempat Kerja. Cari data yang bisa “berbicara” untuk kepentinganmu, misal survei Never Okay Project (2018) menemukan 94 persen dari 1.240 respondennya pernah mengalami pelecehan seksual di dunia kerja, juga studi Equal Employment Opportunity Commission di Amerika Serikat (2016) menghitung perusahaan merugi hampir US$ 700 juta saat pekerjanya jadi korban kekerasan seksual.

Cari sekutu dan kenali lawan

Petakan orang dan lembaga, baik internal maupun eksternal, yang bisa mempengaruhi perubahan di tempat kerjamu. Lihat siapa yang bisa jadi sekutumu, dan siapa saja berpeluang jadi penghambat perubahan. Coba dekati para calon sekutu, serta cari tahu bagaimana bisa mengubah keputusan atau pendirian para lawan potensial. Jika perlu berkonsultasi dengan lembaga yang bisa membantu, direktori Cari Layanan bisa jadi tempat yang tepat untuk memulai.

Pengaruhi pengambil keputusan

Berbekal data dan dengan bantuan para sekutu, saatnya kamu mempengaruhi para pengambil keputusan di lokasi kerjamu. Ini bisa dilakukan secara informal, misal saat ngopi bareng Bu Bos — semoga pandemi lekas usai jadi bisa santai ngopi lagi — kamu memulai percakapan, “Bu, tahu nggak ternyata perusahaan kita belum punya aturan tentang kekerasan seksual? Padahal itu diwajibkan pemerintah lho.” Upaya formal juga bisa dilakukan secara paralel, seperti mengatur audiensi dengan pimpinan perusahaan, atau menyampaikan saranmu lewat jalur yang tersedia secara resmi. Siapkan argumen pragmatis seperti mekanisme pencegahan kekerasan seksual terbukti membuat pekerja lebih betah dan loyal, atau dapat “dijual” ke klien sebagai bukti perusahaanmu progresif sehingga layak dipercaya dan dipakai jasanya. Sangat mungkin, langkah ini perlu kamu lakukan berulang kali sampai akhirnya targetmu bisa gol.

Pantau dan evaluasi prosesnya

Jika kamu sukses mempengaruhi para bos dan targetmu tercapai, selamat! Tapi itu bukan akhir perjalananmu. Terus pantau dan evaluasi penerapannya, agar prosesnya tak melenceng. Aktifkan para sekutumu untuk melakukan hal yang sama, sehingga pengambil keputusan sadar mereka perlu memenuhi komitmennya dengan serius.

Catat dan sebarkan pembelajarannya

Memulai dan menjalani perubahan itu tak mudah, apalagi kalau tak ada teladan. Pengalaman berhargamu dalam menghentikan kekerasan seksual di tempat kerja bisa jadi sangat berharga bagi orang lain yang ingin melakukan hal serupa. Dokumentasikan prosesmu dalam memicu perubahan, lengkap dengan keberhasilan dan kegagalannya. Jika kebijakan kantormu memungkinkan, ceritakan pembelajaran tersebut ke sebanyak mungkin orang.

Sekarang, saatmu bergerak! Bersama-sama, mari akhiri kekerasan seksual di dunia kerja.

 

Oleh: Bunga Manggiasih (Koalisi Seni)

Leave a Reply